Karakteristik Bonds Payable

1. Kontrak perjanjian bond disebut bond indenture/trust indenture.

2. Long term debt adalah jangka pembayaran sampai 10, 20, atau 30 tahun setelah penerbitan.

3. contract interest rate adalah bunga yang dibayar tetap setiap tahun atau setengah tahunan.

4. face amount adalah nilai pokok (principal) utang yang akan dibayar waktu jatuh tempo

5. Term bonds adalah jika jatuh tempo pada satu waktu.

6. Serial bonds adalah jika jatuh tempo tersebar sepanjang waktu kontrak.

7. convertible bonds  adalah bond yang dapat ditukar dengan surat berharga

8. Collable bonds adalah bond yang dapat ditebus/ditarik lagi oleh perusahaan yang menerbitkan.

9. Bonds yang diterbitkan pada basis kredit perusahaan adalah debenture bonds.

#harus sedikit dipahami yee…kata-katanya.. ūüėÄ

Advertisements

Pajak Brevet A B C

Karena tuntutan profesi akhirnya saya harus mempelajari gambaran umum tentang brevet pajak. Sekalian deh, baca materi terus dilanjutkan sharing di blog.

Pendidikan brevet pajak adalah sejenis pendidikan nonformal/kursus yang dimaksudkan untuk membekali para peserta didik dengan pengetahuan keterampilan dalam bidang perpajakan. Istilah Brevet sebenarnya dihubungkan dengan sertifikasi konsultan pajak.

Sertifikat A: bagi konsultan yang menguasai kewajiban pajak pribadi

Sertifikat B: bagi konsultan yang menguasai kewajiban pajak badan

Sertifikat C: bagi konsultan yang menguasai kewajiban pajak internasional.

Materi yang diajarkan seperti materi kuliah pada umumnya…(hmmm…harusnya selesai kuliah bisa dapat sertifikat..haha ūüôā seperti:

#Pengantar akuntansi

#Pengantar hukum pajak

#KUP pengantar

#PBB, BPHTB dan Bea Materai

#PPH OP

#PPN dan PPn BM pengantar

#KUP lanjutan

#PPh Badan

#PPh 21, 22, 23, 4 ayat 2

#PPN dan PPn BM lanjutan

#Perpajakan internasional

#Akuntansi perpajakan 1

#Akuntansi perpajakan 2

#Law enforcement

#Perencanaan pajak

#Penyelesaian sengketa pajak

#e-SPT

Tujuannya:

1. Membantu pemahaman dan pemenuhan kewajiban perpajakan di Indonesia.

2. Memberikan kemampuan teknis perhitungan dan pelaporan pajak.

3. Membantu peserta yang ingin mengikuti ujian sertifikasi konsultan pajak.

4. Membantu peserta dalam penyusunan perencanaan pajak untuk dirinya ataupun perusahaan yang diwakilinya.

Long-term Investment Stock

Long-term Investment Stock yaitu investasi yang tidak dimaksudkan sumber kas dalam operasi normal usaha.

Kepemilikan stock:

0 – 20% = Cost method —>not significant influence

20% – 50% = equity method —->significant influence

50% – 100% = equity method —-> controlling interest

Contoh:

# On January 2, Hally Inc. pays cash of $350,000 for 40% of Brock Corporation’s common stock.

Jan 2 Investment in Brock Corp $350,000

Cash                                                      $350,000

# For the year ending December 31, Brock Corporation reports net income of $105,000.

Dec 31 Investment in Brock Corp $105,000.

Income of Brock Corp                   $105,000. 

# On December 31, Brock Corporation declared a $45,000 dividend, payable on December 31.

Dec 31 Cash  (40% x 45,000) 18,000

Investment in Brock Corp 18,000

# On March 1, an investment in Drey Inc. stock that had a carrying amount of $15,700 is sold for $17,500.

March 1 Cash $17,500

investment in Drey Inc            $15,700

Gain on Sale of Investments    $  1,800

Sumber : warren reeve fees ed. 21

Short-term Investment in Stock

Short-term Investment in Stock yaitu hanyalah investasi sementara, oleh karena itu dicatat sebagai current asset “Marketable Securities” menggunakan nilai cost.

Contoh:

# On June 1, Crabtree Company purchased 2,000 shares of Inis Corporation common stock at $89.75 per share plus a brokerage fee of $500.

June 1 Marketable securities 180,000

Cash (2,000 x $89.75 + $500) 180,000

# On October 1, Inis declared a $0.90 per share dividend payable on November 30.

Nov. 30 Cash    1,800

Dividend revenue 1,800

# At year-end, the total cost of Crabtree Co.’s four temporary investments is $690,000.  The current market for these four items totaled $750,000 at year-end.  Thus, Crabtree Co. had a before tax unrealized gain of $60,000.

Earning Per Common Share

Rumus:

Earning Per common share = Net Income/Number of common share outstanding

 

Earning Per common share = Net Income-Preferred stock dividends/Number of common share outstanding

 

Keterangan: Jadi ketika menghitung dividend common stock jika ada preferred stock, maka dividend untuk preferred stock dihitung terlebih dahulu dan nantinya menjadi pengurang untuk net income yang akan dibagi dengan jumlah common stock yang beredar… ūüėÄ

Accounting for PPE (fixed asset) disposals

Disposal/penghapusan asset tetap umumnya dikarenakan:

a. discarded (dibuang) karena udah usang.

b. sold (dijual)

c. exchanged (ditukar)

Intinya dalam penjurnalan untuk penghapusan asset tetap adalah pertama menghapuskan akun “asset tetap” dan “akumulasi depresias” dengan cara membaliknya. Kedua menentukan laba/rugi dari penghapusan tersebut.

Contoh:

a. Discarded (Laba/rugi diakui)

Equipment costing $6,000 is depreciation at an annual straight-line rate of 10%. ¬†After the adjusting entry, ¬†Accumulated Depreciation‚ÄĒEquipment had a $4,750 balance. ¬†The equipment was discarded on March 24.
Jwb;
Penyusutan dari januari s.d. maret = 3/12 x 10% x 6,000 = $150
Jumlah Acc. Deprec = 4,750 + 150 = 4,900
Jurnal:
Mar. 24 Accumulated Depr.‚ÄĒEquipment 4,900
Loss on Disposal of Fixed Asset                        1,100
Equipment                                                                  6,000
 b. dijual (Laba/rugi diakui)
 Ket:
Jika Harga Jual (HJ) = Book value (BV) adalah tidak untung/tidak rugi
Jika HJ > BV adalah untung
Jika HJ < BV adalah rugi
Contoh:
a. Equipment costing $10,000 is depreciated at an annual straight-line rate of 10%.  The equipment is sold for cash on October 12.  Accumulated Depreciation (last adjusted December 31) has a balance of $7,000.
Jwb:
Oct. 12 Depreciation Expense‚ÄĒEquipment 750
Acc. depreciation (9/12 x 10% x 10,000) 750
b. Assumption 1:  The equipment is sold for $2,250, so there is no gain or loss.
Cash 2,250
Acc. Depreciation 7,750
Equipment 10,000
c. Assumption 2:  The equipment is sold for $1,000, so there is a loss of $1,250.

Cash 1,000

Acc. Depreciation 7,750

Loss on disposal fixed assets 1,250

Equipment 10,000
 d. Assumption 3: The equipment is sold for $2,800, so there is a gain of $550.
Cash 2,800
Acc. Depreciation 7,750
Equipment 10,000
Gain on disposal fixed assets 550
c. ditukar
1. Barang sejenis
Ketentuan:
Nilai tukar > BV adalah laba (tidak dicatat tetapi dikurangkan dari harga asset tetap baru)
Nilai tukar < BV adalah rugi (dicatat)
Contoh:
List price of new equipment acquired $5,000
Cost of old equipment traded in $4,000
Accum. depreciation at date of exchange  3,200
Jawab:
#misal: Nilai tukar S 1,100
BV = 4,000-3,200=800
Gain = NT>BV= 1,100-800=300
Jurnal:
Acc. Depreciation                         3,200
Equipment (new) (5,000-300)4,700
Equipment (old)                            4,000
Cash (5,000-1,100)                      3,900
#misal: Nilai tukar $ 700
Loss= 800-700=100
Jurnal:
Acc. Depreciation                         3,200
Equipment (new)                         5,000
Loss on disposal                                  100
Equipment (old)                            4,000
Cash (5,000-700)                         4,300
2. Barang berbeda jenis
Keterangan baik laba maupun rugi sama2 dicatat…caranya sama, mudah kan… ūüôā

Use of Depreciation Methods

Metode penyusutan banyak jenisnya, tetapi secara umum meliputi:

a. Straight line method (Metode garis lurus)

Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan karena sederhana dan simple. Setiap tahun penyusutan sama. Biasanya digunakan untuk aset tetap yang digunakan perusahaan secara rutin.

Rumus:

Annual depreciation = (Cost-Estimated residual value)/Estimated life

Contoh:

Original Cost…..‚Ķ‚Ķ‚Ķ‚Ķ.. $24,000
Estimated Life in years….. 5 years
Estimated Life in hours….. 10,000
Estimated Residual Value… $2,000
Jwb:
(24,000-2,000)/5 = 4,400 annual depreciation.

b. Double Declining method

Yaitu metode penyusutan saldo menurun. Jadi untuk tahun pertama setelah dikalikan dengan rate penyusutan (%), maka untuk tahun ke dua dasar penghitungannya menggunakan nilai buku tahun pertama setelah dikurangi dengan penyusutan tahun pertama. Dari situ diketahui bahwa saldonya selalu menurun begitu juga dengan nominal penyusutannya.

Rumus:

Rate = 100%/estimated life.

Depreciation expense = rate x Book value

Contoh: (soal sama dengan poin a)

rate = 100%/5 = 20% karena double declining maka ratenya = 2 x 20% = 40%

Depreciation exp thn ke-1 = 24,000 x 40% =9,600 (tanpa memperhitungkan residual value)

Depreciation exp thn ke-2 = (24,000-9,600) x 40% = 5,760 dst.

Tabelnya:

Keterangan : untuk tahun terakhir, ketika nantinya rate x BV hasilnya beda dengan estimated value di soal, maka yang dipake nilai sisa di soal.

c. Unit of production

Menurut penulis bentuk lain dari metode garis lurus. Hanya satuannya yang beda. Kalau metode ini yang dipakai adalah satuan penggunaan jam produksi.

Rumus:

Depreciation per unit, hour, etc = (cost-estimated residual value)/estimated life in unit, hour, etc.

Contoh : (Soal sama poin a)

jwb;

(24,000-2,000)/10,000 hours = $2.20 per hour.

d. Sum of year digit

yaitu metode jumlah angka tahun. Metode ini jarang digunakan.

Rumus:

JAT= n x (n+1)/2

Depreciation thn ke-1= n/JAT x (cost-Residual value)

Depreciation thn ke-2= n-1/JAT x (cost-Residual value)

Contoh; (soal sama dengan yang di atas memakai metode ini)

JAT= 5 x (5+1)/2 = 15 atau (1+2 + 3 + 4+ 5) = 15

Depreciation thn ke-1 = 5/15 x (24,000-2,0000)= 7,333

Depreciation thn ke-2 = 4/15 x (24,000-2,0000)

Depreciation thn ke-3 = 3/15 x (24,000-2,0000)

Keterangan : di tahun terakhir, Nilai sisa juga sama dengan yang diestimasikan dari awal.

Persediaan (Inventory)

INVENTORY COSTING METHOD:

Metode penentuan nilai barang dagangan antara lain sbb:

a. FIFO (first in first out) Method yaitu barang yang pertama masuk menjadi barang yang pertama keluar.

contoh 1: @FIFO perpetual (setiap kali ada transaksi, berpengaruh terhadap HPP,oleh karena itu harus dibuat Kartu persediaan)

 

 

 

 

 

 

 

jawab: Kartu persediaan

 

 

 

 

 

 

 

Persediaan akhir adalah $325

HPP adalah $263

 

contoh 2: FIFO periodik (tidak membuat kartu persediaan, HPP diketahui di akhir pengecekan fisik)

Misal:

1 jan (beginning inventory) : 200 unit @ $9 = $1,800
1o Mar (purchase) : 300 unit @ $10 = $3,000
21 sept (purchase) : 400 unit @ $11 = $4,400
18 nov (purchase) : 100 unit @ $12 = $ 1,200
total : unit available for sale =200+300+400+100=1000 unit, dg nilai $ 10,400
di akhir tahun diketahui total penjualan adalah 700 unit.

Jawab:

dari penjualan 700 unit, barang sisa adalah 300 unit. Karena metode fifo, maka yang tersisa adalah barang masuk tgl terakhir yaitu 100 (tgl 18 nov) dan 200 (tgl 21 sept)
Cost of merchandise available for sale $10,400
Less ending inventory ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬†¬†(3,400)¬† —–> (100x$12) + (200x$11)
Cost of merchandise sold                           $  7,000

b. LIFO (last in first out) Method adalah barang masuk terakhir menjadi keluar pertama. IFRS tidak memboleh metode ini

 

Contoh: @LIFO perpetual: (soal sama dengan yang di atas)

Jawab: Kartu persediaan

 

 

 

 

 

 

 

 

Persediaan akhir adalah $322

HPP adalah $266

 

Contoh 2 : LIFO periodic (soal sama)

Jawab:

dari penjualan 700 unit, barang sisa adalah 300 unit. Karena metode lifo, maka yang tersisa adalah barang masuk tgl pertama yaitu 200 (tgl 1 jan) dan 100 (tgl 10 mar).

Cost of merchandise available for sale $10,400
Less ending inventory ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† (2,800)——-> (200x$9) + (100x$10)
Cost of merchandise sold $                           7,600
c. Average Method yaitu menggunakan rata-rata tertimbang.
contoh:
@average cost periodic (soal sama)
Jawab:
average unit cost = Cost of Merchandise Available for Sale/units available for sale during year = $10,400/1,000 = $10.40 per unit.
Cost of merchandise available for sale $10,400
Less ending inventory ($10.40 x 300)  (3,120)
Cost of merchandise sold                           $  7,280
sumber: warren reeve fees, edisi 21

Wesel Tagih (Notes Receivable)

Notes receivable adalah dokumen tertulis yang berisi janji untuk membayar:

– sejumlah uang tertentu (pokok)

– kepada orang/perusahaan tertentu (payee)

– di suatu tempat tertentu

– pada tanggal tertentu sesuai perjanjian

– ditambah dengan bunga (interest) yaitu persentase dari principal per tahun.

Accounting for Notes Receivable:

Contoh 1:

a. A $6,000 30-day, 12% note dated November 21 is received from W. A Bunn Company in exchange for merchandise

Notes receivable $ 6,000

Sales                             $ 6,000

b. On December 21, when the note matures, the firm receives $6060 from W. A. Bunn Company ($6,000 plus $60 interest).

Cash $6,060

Notes receivable $6,000

Interest revenue        $60 [6,000 x 30/360 x 12%]

Contoh 2:

Jika terjadi kegagalan pembayaran notes receivable:

If W. A. Bunn Company fails to pay the note on the due date, it is considered a dishonored note receivable.  The note and interest are transferred to the customer’s account.
 Accounts receivable $6,060
Notes receivable                 $6,000
Interest revenue                        $60
Contoh 3:
Jika jatuh tempo Notes receivable melebihi akhir tahun, harus diadjust:
a. A 90-day, 12% note dated December 1, 2006, is received from Crawford Company to settle its account, which has a balance of $4,000.
Notes receivable $4,000
Accounts receivable $4,000
b. Assuming that the accounting period ends on December 31, an adjusting entry is required to record the accrued interest of $40 ($4,000 x 0.12 x 30/360).
Interest receivable $40
Interest revenue (4,000 x 12% x 30/360) $40
c. On March 1, 2004, $4,120 is received for the note ($4,000) and interest ($120).
Cash
Notes receivable $4,000
Interest receivable  $40
Interest revenue ¬† ¬† ¬† $80 —-> [4,000 x 12% x 60/360]
Maturity value = Principal + interest
= 4,000 + 120 =

Piutang (Receivable)

Jenis Piutang:

a. Piutang usaha (accounts receivable), yaitu biasanya terjadi akibat penjualan barang dagangan secara kredit, dan diharapkan akan bisa ditagih dalam jangka waktu yang relatif pendek.

b. Piutang wesel (notes receivable), yaitu piutang dalam bentuk yang lebih resmi, karenanya disebut juga “promissory note”

c. Piutang lainnya (other receivables), yaitu seperti piutang bunga, piutang pajak, piutang terhadap pegawai/karyawan, dsb.

Metode Penghapusan Piutang:

a. The Allowance Method (Pencadangan)

Atas estimasi piutang tak tertagih dilakukan pencadangan untuk yang tidak tertagih. Setelah benar-benar tidak tertagih selanjutnya dilakukan penghapusan. Metode ini sesuai dengan “matching principle”. Oleh karena itu lebih banyak digunakan metode ini.

Contoh:

On December 31, Cynthia Richards estimates that a total of $4,000 of the $105,000 balance in her company’s Accounts Receivable will eventually be uncollectible.

Uncollectible accounts expense $4,000

Allowance for doubtfull accounts $4,000

On January 21, John Parker’s account totaling $610 is considered to be uncollectible.

Allowance for doubtfull accounts $610

Accounts Receivable                                   $610

Jika pada akhirnya John Parker membayar utangnya yang telah dihapuskan, maka lakukan koreksi:

Accounts Receivable $610

Allowance for doubtfull accounts $610

Cash $610
Accounts Receivable $610
¬†Estimasi untuk akun “Uncollectible accounts expense” ada 2:
1. based on a percentage of sales/berdasarkan persentase tertentu dari penjualan.
contoh:  If credit sales for the period are $300,000 and it is estimated that 1% will be uncollectible, the Uncollectible Accounts Expense is $3,000.
 2. based on analysis of receivables (analisis dari piutang)
contoh:¬†If it is estimated that $3,390 of the receivables will be uncollectible and the Allowance for Uncollectible Accounts currently has a balance of $510, the Uncollectible Accounts Expense must be debited for $2,880 ($3,390 ‚Äď $510).

b.  The Direct Write-off Method (Penghapusan langsung)

Metode ini tidak konsisten dengan matching principle. Atas piutang yang tidak tertagih, dilakukan penghapusan langsung, tanpa melakukan pengcadangan terlebih dahulu. Jarang perusahaan yang menggunakan metode ini.

Contoh:

On May 10, D. L. Ross’ account was determined to be uncollectible.  The $420 balance is written off the books

Uncollectible accounts expense $420

Accounts Receivable                                  $420

Jika pada akhirnya D. L. Ross membayar utangnya yang telah dihapuskan, maka lakukan koreksi:

Accounts Receivable $420

Uncollectible accounts expense $420

Cash $420

Accounts Receivable $420

Sumber: Warren reeve fees, edisi ke-21